Pada laga pembuka fase grup Piala Dunia ini, penurunan handicap yang terjadi cukup patut diwaspadai, dan arah yang mendukung Tanjung Verde untuk menjaga handicap layak menjadi fokus utama.
Mari lihat dulu pergerakan handicap. Pada tahap awal, banyak perusahaan membuka Spanyol dengan handicap dua setengah gol, bahkan sebagian membuka hingga dua setengah/ tiga gol, dengan water level tuan rumah berada di kisaran menengah-bawah 0,82 hingga 0,92. Namun menjelang laga, handicap menunjukkan penurunan yang jelas. Salah satu perusahaan menurunkan dari dua setengah/ tiga gol menjadi dua setengah gol, sementara water level tuan rumah turun tajam dari 0,92 menjadi 0,78. Penurunan handicap yang disertai penurunan water level ini tampak kontradiktif, tetapi justru menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap kemenangan besar Spanyol mulai goyah. Yang lebih patut dicermati, beberapa perusahaan tetap bertahan di handicap dua setengah gol, tetapi water level tuan rumah secara kolektif naik dari 0,82-0,88 pada pembukaan menjadi 0,81-0,87, sedangkan water level tim tamu ditekan dari level tinggi 0,90-1,00 menjadi 0,96-1,08. Perusahaan yang menaikkan handicap pun menunjukkan perbedaan pandangan; sebagian yang naik dari dua setengah gol ke dua setengah/ tiga gol justru membuat water level tuan rumah melonjak ke 1,01-1,03 dari 0,82. Kenaikan handicap yang dibarengi lonjakan besar pada water level tuan rumah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak benar-benar optimistis Spanyol akan menang besar.
Dari sisi fundamental, juga ada petunjuk yang mendukung tim tamu. Spanyol dalam 10 laga terakhir memang tak terkalahkan, dengan catatan 7 menang dan 3 imbang, tetapi jika dilihat dari performa against handicap, tingkat kemenangan handicap mereka hanya 30 persen. Kemampuan menembus handicap dalam kondisi garis tinggi tergolong lemah, dan saat menghadapi lawan yang kualitasnya jauh di bawah mereka seperti Irak dan Mesir, mereka hanya bermain imbang 1-1 dan 0-0. Tekanan di laga resmi Piala Dunia jelas berbeda jauh dibanding laga persahabatan, dan pada pertandingan pembuka Spanyol biasanya lebih mengutamakan stabilitas, sehingga laga yang terbuka dan penuh gol tidak sering terjadi. Pada Piala Dunia edisi sebelumnya, Spanyol juga menghadapi lawan yang relatif lebih lemah dan akhirnya hanya menang tipis dengan selisih 1 gol.
Tanjung Verde memang secara keseluruhan jauh di bawah Spanyol, tetapi dalam 10 laga terakhir mereka meraih 5 kemenangan, 4 imbang, dan hanya 1 kekalahan, dengan tingkat tak terkalahkan mencapai 90 persen. Saat menghadapi tim yang lebih kuat seperti Mesir dan Iran, mereka mampu menahan imbang, sehingga ketangguhan dan kemampuan organisasi pertahanan mereka tidak boleh diremehkan. Pada laga pembuka Piala Dunia, target Tanjung Verde jelas adalah meminimalkan kekalahan, dan tekad seluruh tim untuk bertahan dalam blok rendah tidak perlu diragukan lagi. Untuk menembus handicap dua setengah gol milik Spanyol, tingkat kesulitannya jelas tidak kecil. Jika digabungkan dengan penurunan handicap dan kelemahan Spanyol di handicap besar, maka Tanjung Verde untuk menjaga handicap patut diharapkan.