Di fase grup kali ini, performa mereka bisa dibilang nyaris sempurna, dengan 2 kemenangan dan 1 hasil imbang tanpa kebobolan sama sekali, sehingga lolos dengan mantap sebagai juara grup. Seluruh skuad sudah sangat padu, sistem penguasaan bola mereka sudah sangat matang, dan setelah rotasi yang wajar di laga terakhir, para pemain inti memiliki kondisi fisik yang sangat prima, tanpa gangguan cedera maupun skorsing. Tim ini bukan hanya ingin sekadar lolos, tetapi juga ingin memanfaatkan fase gugur untuk mengasah kondisi dan mengejar peringkat yang lebih tinggi. Sikap mereka sangat positif dan proaktif, akan terus memberi tekanan tinggi sepanjang laga, serius memaksimalkan setiap peluang serangan, serta memiliki hasrat menang yang sangat kuat.
Sebaliknya, Austria kali ini kembali ke fase gugur Piala Dunia setelah 28 tahun, dan mampu lolos dari fase grup saja sudah merupakan pencapaian yang sangat bagus. Tim ini sendiri tidak memasang target turnamen yang terlalu tinggi. Perjalanan mereka di fase grup penuh naik-turun, lolos dengan susah payah lewat catatan 1 menang, 1 imbang, dan 1 kalah. Dalam tiga laga, mereka mencetak 6 gol tetapi juga kebobolan 6 gol, sehingga stabilitas lini belakang sangat buruk. Menghadapi tim kuat seperti Spanyol, fokus utama mereka adalah bertahan secara konservatif dan mengurangi risiko ambruk. Niat untuk menyerang secara aktif terbilang lemah, ditambah lagi ada kekhawatiran cedera pada pemain kunci. Secara keseluruhan, kondisi kompetitif dan semangat juang mereka jauh di bawah Spanyol.
Jika melihat data serangan-pertahanan yang nyata dan kelemahan taktis, kedua tim memang memiliki jurang kualitas yang jelas. Spanyol rata-rata menguasai bola lebih dari 65%, akurasi operan mereka juga konsisten berada di jajaran teratas turnamen, serangan mereka datang dari banyak titik, kemampuan menciptakan ancaman dan penyelesaian akhir stabil, sementara lini pertahanan mereka sangat kokoh. Performa tanpa kebobolan di fase grup sangat meyakinkan, dengan kelemahan di hampir tidak ada aspek.
Austria mengandalkan pressing tinggi dan serangan balik cepat, tetapi sistem ini hanya mampu bertahan sekitar 70 menit. Di babak akhir, kondisi fisik mereka akan turun drastis, dan celah pertahanan akan terekspos sepenuhnya. Nilai skuad mereka secara keseluruhan hanya seperempat dari Spanyol, kemampuan menahan tekanan di laga besar juga kurang, dan ketika menghadapi pembongkaran permainan lewat operan-operan rapi yang berkelanjutan, mereka sangat mudah mengalami kekacauan posisi dan kesalahan dalam cover. Secara taktik, Spanyol sepenuhnya cocok untuk meredam gaya bertahan lalu menyerang balik milik Austria, dan mereka bisa dengan mudah mengendalikan tempo pertandingan.
Secara keseluruhan, Spanyol unggul total dalam hal motivasi, skuad, data, dan taktik, bukan hanya hampir pasti menang, tetapi juga berpeluang besar untuk menembus handicap dengan mudah. Duel ini memperlihatkan jurang kekuatan yang sangat jelas, tanpa ruang untuk kejutan, utama -1.5