Senegal berada di peringkat 14 dunia FIFA, dengan total nilai skuad lebih dari 470 juta euro. Ada 20 pemain yang bermain di lima liga top Eropa, dan lini depan yang dipimpin Sadio Mane, Jackson, serta Ismaila Sarr memiliki kemampuan menembus pertahanan lawan yang lengkap. Kalidou Koulibaly menjadi jangkar di lini belakang, menjadikan mereka salah satu tim kuat papan atas di sepak bola Afrika. Meski pada dua laga pertama kalah dari Prancis dan Norwegia, mereka tetap mampu mencetak gol di kedua pertandingan tersebut, dengan andalan serangan dari sisi sayap dan bola mati yang cukup stabil.
Irak berada di peringkat 57 dunia FIFA, dengan nilai skuad hanya 21 juta euro. Sebagian besar pemainnya berlaga di liga domestik Asia Barat, sehingga ada kesenjangan kekuatan yang sangat besar. Pada dua laga pertama, mereka menelan dua kekalahan beruntun, kebobolan total 7 gol dan hanya mencetak 1 gol, dengan selisih gol yang sangat buruk. Mereka pada dasarnya sudah hampir kehilangan peluang lolos, dan kini hanya bermain demi kehormatan.
Di level taktik, dominasi kekuatan menjadi penopang utama. Senegal biasa menggunakan formasi 4-3-3, dengan tekanan tinggi dan serangan cepat dari sisi sayap sebagai senjata utama. Pergerakan agresif dari kedua sayap secara terus-menerus dapat menarik dan membuka celah di lini belakang Irak yang memakai lima bek, sementara penetrasi ke area half-space dan pergerakan masuk dari lini tengah memberikan variasi serangan yang kaya. Mereka memiliki kemampuan mencetak gol yang stabil baik dalam serangan posisional maupun transisi. Irak menggunakan formasi 5-4-1 yang sangat dalam dan rapat, dengan seluruh pemain turun untuk melepaskan penguasaan bola di lini tengah, hanya mengandalkan serangan balik sesekali dan bola mati untuk menciptakan ancaman. Kelemahan terbesar lini pertahanan mereka adalah penurunan fisik yang tajam setelah menit ke-60, dengan perlindungan horizontal yang sering bocor. Menghadapi tekanan sayap yang terus-menerus, tingkat kesalahan mereka akan meningkat drastis, dan inilah momen kunci bagi Senegal untuk memperlebar selisih gol.