Lihat dulu lini serang. Seberapa kuat Qatar? Dalam 10 laga resmi terakhir, 6 kali mereka gagal mencetak gol, dan rata-rata golnya bahkan kurang dari 1 per laga. Saat melawan Kanada, mereka cuma melepaskan 2 tembakan sepanjang pertandingan, itu pun semuanya tidak berbahaya. Menghadapi tim Eropa, serangan Qatar pada dasarnya hanya formalitas: bola sulit keluar dari lini tengah, penyerang sulit mendapat bola, dan untuk mencetak gol rasanya sangat susah.
Bosnia dan Herzegovina di sisi lain juga tidak jauh lebih baik dalam menyerang. Dalam dua laga fase grup, mereka baru mencetak 2 gol, itu pun mengandalkan peran target man Džeko dan bola mati. Saat menyerang dalam situasi open play, kreativitas mereka kurang, dan lini tengah juga tidak mampu mengirim umpan-umpan berbahaya. Selain itu, bek tengah utama mereka terkena skorsing, jadi lini belakang harus disesuaikan; pelatih kemungkinan besar akan lebih berhati-hati dan tidak akan gegabah menaikkan garis pertahanan.
Lalu lihat motivasinya. Kedua tim sama-sama mengoleksi 1 poin, dan sama-sama wajib menang untuk lolos. Tapi pertahanan Qatar sudah terlihat sendiri: kebobolan 6 gol saat melawan Kanada, berani menyerang keluar? Kemungkinan besar mereka tetap akan pasang bus, fokus bertahan dulu. Bosnia dan Herzegovina juga tidak mudah untuk membongkar pertahanan rapat, mengingat kemampuan mereka dalam menembus pertahanan lawan masih biasa saja.
Tentu ada risikonya juga. Kalau Qatar nekat bermain terbuka, atau Bosnia dan Herzegovina terus mencetak gol dari bola mati, hasilnya juga bisa tembus. Tapi secara keseluruhan, dengan handicap 2.5/3, melihat efisiensi serangan dan gaya main kedua tim, saya rekomendasikan under.