Pada putaran kedua Grup D Piala Dunia, Amerika Serikat akan menghadapi Australia di Seattle. Kedua tim sama-sama meraih kemenangan pada laga pertama — Amerika Serikat menang telak 4-1 atas Paraguay, sementara Australia mengalahkan Turki 2-0, sehingga keduanya mengoleksi 3 poin.
Daya gedor Amerika Serikat pada laga pertama sangat impresif. Di balik skor 4-1, ada efektivitas tinggi dengan 12 tembakan dan 7 tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Peran Balogun sebagai tumpuan di lini depan terlihat jelas, sementara penetrasi Pulisic dan Dest di kedua sayap hampir tak terbendung. Meski Pulisic absen pada laga ini karena kondisi fisik yang kurang fit, Amerika Serikat tetap memiliki kedalaman skuad yang memadai — Weah dan Reyna sama-sama punya kemampuan untuk menciptakan ancaman dari sisi sayap. Kombinasi gelandang McKennie dan Adams yang sama-sama kuat dalam fase menyerang dan bertahan juga akan menekan sistem penguasaan bola Australia.
Australia mengalahkan Turki 2-0 pada laga pertama, hasilnya memang bagus tetapi prosesnya menyisakan kekhawatiran. Penguasaan bola mereka sepanjang laga bahkan tidak sampai 40 persen, dan kerap melakukan kesalahan saat membangun serangan dari belakang ketika menghadapi pressing tinggi Turki. Jika bukan karena lini serang Turki yang tumpul, Australia belum tentu bisa menjaga clean sheet. Di lini serang, Australia lebih banyak bergantung pada bola mati dan serangan balik, sementara kemampuan mereka menciptakan peluang dari permainan terbuka masih terbatas. Menghadapi tekanan tinggi Amerika Serikat yang lebih kuat, lini belakang Australia akan mendapat beban yang jauh lebih besar dibandingkan laga pertama.
Kurs handicap menjadi sinyal paling jelas dalam laga ini. Handicap awal memberi tuan rumah setengah gol, lalu menjelang laga naik langsung menjadi satu gol, dengan nilai taruhan tuan rumah yang semula di level rendah 0.73-0.79 naik ke level tinggi 1.00-1.08. Dari setengah gol ke satu gol, lonjakan handicap ini setara dua tingkat, yang menunjukkan kepercayaan tajam dari operator terhadap tuan rumah. Meski nilai taruhan meningkat, dalam situasi dasar yang kurang menguntungkan karena absennya Pulisic, naiknya handicap disertai harga tinggi justru berfungsi menahan laju taruhan, agar sisi tuan rumah tidak terlalu panas. Jika operator tidak menilai Amerika Serikat sebagai favorit, opsi yang lebih masuk akal adalah mempertahankan handicap setengah gol dengan harga rendah untuk menarik uang, bukan justru menaikkan handicap ke satu gol dan menambah kesulitan bagi sisi tuan rumah.
Pasar odds Eropa juga memberi arah yang jelas. Odds kemenangan tuan rumah turun tajam dari kisaran 1.45-1.50 menjadi 1.35-1.40, odds imbang naik dari 3.80-4.00 menjadi 4.50-5.00, dan odds kemenangan tandang melonjak dari 5.50-6.00 ke 7.00-8.00. Operator hampir menyingkirkan kemungkinan tim tamu meraih poin.
Secara keseluruhan, kekuatan Amerika Serikat, keuntungan bermain di kandang, dan dukungan handicap semuanya mengunggulkan mereka. Kemenangan sang tuan rumah dalam laga ini adalah hasil yang sangat mungkin terjadi.