Pada tahap awal pembukaan, banyak bandar memasang handicap tuan rumah setengah bola, dengan water level tuan rumah berada di kisaran 0,81 hingga 1,01. Namun saat memasuki jendela jelang pertandingan, muncul sinyal penurunan handicap yang krusial. Salah satu bandar langsung turun dari handicap satu bola ke setengah bola, dengan water level tuan rumah turun dari 0,85 menjadi 0,75. Sekilas tampak seperti penurunan water level, padahal ini adalah penurunan handicap, sehingga ambang kemenangan menjadi jauh lebih rendah. Bandar lain tetap bertahan di handicap setengah-satu, tetapi menaikkan water level tuan rumah dari 0,93 ke level sangat tinggi 1,07. Meski handicap setengah bola masih menjadi arus utama, water level tuan rumah secara umum terdorong naik dari posisi rendah pada awal pembukaan ke atas 0,84, sementara water level tim tamu terus turun dari posisi tinggi. Kombinasi penurunan handicap dan kenaikan water level menunjukkan kepercayaan bandar terhadap tuan rumah mulai melemah.
Dari sisi fundamental, tingkat kemenangan handicap tuan rumah dalam 10 laga terakhir hanya 30 persen, sehingga daya kontrol mereka di bawah handicap besar masih kurang. Tim tamu memiliki tingkat kemenangan handicap hampir 70 persen dalam 10 laga terakhir, performa mereka di pasar handicap lebih dapat diandalkan, dan dalam 5 laga tandang hanya kebobolan 3 gol, dengan organisasi pertahanan yang cukup rapat. Dalam pertemuan historis, tuan rumah memang unggul secara keseluruhan, tetapi musim lalu di liga mereka pernah kalah 0-2 dari tim tamu di kandang, jadi bukan pola yang pasti menang. Dengan handicap yang mundur dipadukan performa handicap tim tamu yang stabil, arah tim tamu tak terkalahkan layak diperhatikan. Prediksi skor 1-1 atau 0-0.