Lihat dulu pergerakan handicap. Pada tahap awal, banyak bandar membuka line 2,5 gol, dengan water level over berada di kisaran rendah 0,76 hingga 0,88, yang sudah menunjukkan niat untuk mengantisipasi gol. Memasuki jendela menjelang laga, line mengalami kenaikan serempak, hampir semua bandar menaikkan dari 2,5 gol ke 2,5/3 gol. Setelah naik line, water level over tidak melonjak, justru dari level rendah pada awal dipaksa turun lagi ke kisaran 0,78 hingga 1,01. Salah satu bandar menaikkan dari 2,5 gol ke 2,5/3 gol, dengan water level over disesuaikan dari 0,84 menjadi 0,90. Bandar lain juga sama, dari 2,5 gol naik ke 2,5/3 gol, dengan water level over berubah dari 0,84 menjadi 0,94. Naik line tanpa menaikkan water level, bahkan menurunkannya, jelas bukan sekadar umpan; ini adalah langkah bandar yang aktif mengurangi risiko pembayaran pada arah over. Sebagian bandar tetap bertahan di line 2,5 gol, dengan water level over yang pada awalnya 0,80 hingga 0,88 ditekan ke level rendah 0,73 hingga 0,84, menunjukkan kontrol risiko pembayaran yang sangat kuat.
Dari sisi fundamental, tim tuan rumah memiliki tingkat over mencapai 90% dalam 10 laga terakhir, sementara di kandang mereka 6 dari 7 laga menghasilkan total gol minimal 3 gol, sehingga gaya bermainnya sangat terbuka. Tim tamu mencatat tingkat over 60% dalam 10 laga terakhir, dan 5 dari 7 laga tandang mereka total golnya tembus di atas 2,5 gol, dengan rata-rata kebobolan di lini belakang mencapai 2,29 gol per pertandingan. Pertemuan kedua tim tidak kekurangan gol; kenaikan line disertai water level rendah serta karakter serang-balas kedua tim membuat laga menarik dengan banyak gol sangat layak dinantikan.